Dialog, Anno Domini 2012

Mengungkapkan pikiran menjadi sebuah ucapan membutuhkan waktu yang cukup singkat dan melalui proses yang cukup cepat. Ini biasa kita lakukan ketika bertemu/mengobrol dengan kawan sebaya atau dengan teman-teman kita.

Mengungkapkan pikiran menjadi sebuah ucapan yang benar dan tepat serta baik, memerlukan proses yang lebih lama, tergantung dari tingkat pemahaman dan pengalaman seseorang. Perlakuan ini  diterapkan ketika kita berupaya untuk menjelaskan sesuatu dalam suatu kesempatan yang formal/semi formal ataupun saat berkomunikasi dengan orang yang lebih dihormati.

Mengungkapkan pikiran menjadi sebuah tulisan memerlukan proses yang sedikit lebih rumit, karena memerlukan gerak motoris dari lengan dan tangan. Seperti berbicara dengan teman, menulis yang ringan adalah menulis dengan bahasa yang secukupnya dan kadang/sering diluar ketentuan berbahasa yang baik dan benar. Pada masa ini, hal ini biasa kita lakukan pada media sosial dan menulis pesan singkat pada telepon seluler. Hal, ini juga biasa kita lakukan dengan mencoret-coret kertas semaunya (meskipun yang terakhir ini masih dapat dipertentangkan).

Mengungkapkan pikiran menjadi sebuah tulisan yang berbahasa baik dan benar, lugas serta memiliki maksud dan tujuan yang pasti memerlukan sebuah proses yang lebih panjang dan lebih rumit dibanding ketiga jenis ungkapan diatas. Proses ini membutuhkan keahlian dalam berpikir logis dan terarah. Membutuhkan keahlian berbahasa yang baik dan biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu dalam menulis yang demikian dibutuhkan jam terbang/pengalaman yang cukup. Sehingga tidak jarang penulisan yang demikian cenderung dapat disamakan dengan tingkat kemampuan berpikir yang cukup baik (meskipun belum ada bukti kuat akan hal ini).

Menulis yang terarah, menggunakan bahasa yang benar dan cantik serta lugas umumnya menggambarkan tingkat intelektualitasnya. Orang yang demikian dapat terlihat dari penggunaan kata dan gaya penulisannya. Ketika kaum intelektualitas ini membudayakan proses menulis yang intelek ini pada sesama dan pada orang-orang sekitarnya maka terciptalah budaya intelektual di masyarakat tersebut. Pada akhirnya, budaya ungkapan pikiran baik lisan dan tulisan yang menggunakan bahasa yang benar dan baik dan lugas dan terarah mampu membawa sebuah masyarakat kepada tataran sosial yang lebih maju.

Pada masa ini pun, Anno Domini 2012, sudah terlihat bahwa masyarakat yang mampu mengungkapkan pikiran dengan baik, khususnya lewat tulisan yang terjaga dengan baik mempunyai tataran masyarakat yang lebih modern dibandingkan masyarakat yang lainnya. Negara-negara maju saat ini umumnya turut tercipta melalui pemeliharaan proses pengungkapan pikiran ini yang terarah dan terjaga seiring waktu berjalan. Budaya literasi tumbuh dan terjaga dengan baik pada masyarakat maju ini.

Lalu, bagaimanakah dengan masyarakat kita?

Advertisements

Published by

ocean916

https://www.facebook.com/Dominic.Oki.Ismoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s