Interkonektivitas

Sebuah pertemuan, dapat dikatakan sebuah awal dari serangkaian peristiwa namun jua dapat dikatakan sebagai akhir dari serangkaian peristiwa. Perspektif menjadi pembeda dari suatu pemahaman akan pertemuan. Pemahaman berakar dari sebuah keyakinan.

Keyakinan merupakan biji dari sebuah perspektif, sesuatu yang unik yang mempunyai banyak nama. Sebagian menyebutnya dengan iman. Sebagian berkata takdir. Bahkan ada yang menyebutnya dengan agama. Unik, sebab masing pribadi mempunyai pengalaman yang berbeda akan efek dari keyakinan dalam insaninya tersendiri.

Tapi apa pengaruh dari keyakinan itu pada sebuah pertemuan, bila bergantung pada insan pribadi saja? bila kedua pihak yang bertemu berdiam diri? Seperti gravitasi, keyakinan yang berbeda menimbulkan pengalaman yang berbeda. Seperti gravitasi, salah satu pihak mempunyai gaya yang lebih besar satu dibanding yang lain. Pada akhirnya, salah satu pihak mencoba menarik pihak yang lain. Kepercayaan yang besar dari sebuah pihak menarik sebuah peristiwa pada suatu arah tertentu. Suatu jalan tersendiri yang menjadi awal atau akhir peristiwa, setidaknya bagi salah satu pihak.

Sampai tibalah pada suatu persimpangan. Hal terburuk dari sebuah persimpangan, meskipun hanya bercabang dua, adalah ketidakmampuan untuk mengira pasti akan jalan mana yang ditempuh. Hal terbaik dari sebuah persimpangan hanyalah sebuah kepastian untuk menjalani keyakinan yang mendalam untuk suatu perubahan. Perubahan pada arah yang lebih baik tentunya.

Sekarang! Bayangkan sebentar, bahwa pertemuan yang dimaksud bukan hanya terjadi padaku, padamu, saja. Bahwa banyak orang juga mengalami hal serupa. Bahkan, semua orang juga mengalami hal serupa. Hal ini memberi kesan bahwa terdapat banyak pertemuan, banyak cabang dan persimpangan. Menunjuk pada sebuah gambaran kompleks dari interkonektivitas umat manusia. Kita semua terhubung. Kita memberikan pengaruh bagi orang disekitar kita baik besar maupun kecil. Sebuah bukti kecil, menurut saya, dapat terlihat dari beberapa berita media yang menghubungkan artis/atlit olahraga terkenal yang ternyata mempunyai keturunan dari daratan Indonesia. Bukti yang cukup meyakinkan bagi saya, adalah persimpangan antara Wallace dan Darwin. Wallace dan Darwin, dimana pada jaman tersebut teknologi IT diwakilkan oleh kuda dan burung merpati ternyata mempunyai pemikiran yang sama meskipun dipisah oleh jarak dan waktu yang cukup jauh.

Sebuah pikiran yang cukup berani bukan. Interkonektivitas manusia. Membikin kita berangan bahwa semua kejadian punya maksud tertentu dan merupakan imbas dari perbuatan orang disuatu jalan suatu cabang. Cukup menyeramkan sebenarnya haha, bagaimana kalau di suatu persimpangan bukannya bertemu malah menabrak dan menjadi celaka.

Belum lama ini film Cloud Atlas tayang di bioskop dan site torrent bajakan setempat. Saya berkesempatan menonton film tersebut melalui salah satu media tadi dan ternyata  film tersebut mengangkat tema yang cukup mirip dengan pikiran saya. Cloud Atlas merupakan kisah sebuah petualangan yang dialami oleh manusia yang itu-itu saja. Setiap kisah petualangan menawarkan kisah keyakinan yang dialami/dipicu beberapa pelaku. Mereka percaya bahwa jalan mereka bergerak menuju pada suatu arah tertentu. Cloud Atlas menampilkan bayangan tersebut dalam film yang berdurasi lebih dalam dua jam. Cukup lama memang, sebab membangun kesadaran akan tema tersebut sepertinya membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Hanya saja dalam film Cloud Atlas, dimensi waktu ditambahkan dan diulang sedemikian rupa pada setiap jaman. Seperti konsep reinkarnasi pada buddhis. Lebih kompleks lagi dari bayangan saya tadi. Bahkan, film ini mencoba menambahkan satu gaya yang bekerja yang dialami setiap kisah dan pelaku. Gaya yang mendorong keyakinan mereka untuk mengambil sebuah jalan dan berbuat lebih. Ya, lebih kompleks untuk menambahkan dimensi waktu dan gaya yang tak terlihat. Walaupun bukan berarti itu tidak mungkin.

Menyinggung Karma dan Buddhis, belum lama ini juga berkelebat berita mengenai perayaan waisak di Borobudur. Waisak merupakan perayaan peringatan akan tiga kejadian beberapa abad silam. Kelahiran, kematian dan pencapaian kesempurnaan dari Sang Buddha. Sebagai penganut suatu keyakinan, Sang Buddha mempunyai gravitasi yang sangat besar dan mampu merubah jalan banyak orang. Keyakinan yang dimilikinya secara utuh didapatkan dari perenungan intens dibawah pohon Bodhi. Perenungannya membuatnya jelas menerawang jalan-jalan yang terletak dihadapannya.  Kala itu, pertemuan dengan Sang Buddha memberikan pengaruh yang dahsyat pada diri manusia yang bertemu. Waktu berlalu dan gravitasi yang dibuat oleh Sang Buddha masih terasa hingga sekarang.

Kembali lagi pada berita perayaan waisak, berita tersebut menghentak masyarakat akan sebuah pemikiran mengenai kesopanan dan pemikirannya memberikan andil pada pemikiran-pemikiran yang lain. Pemikiran yang cukup bagus ditulis pada harian kompas belum lama ini. Sebuah buah dari pertemuan banyak orang di Candi Borobudur. Persimpangan dari begitu banyak jalan dan begitu banyak orang. Agaknya perayaan Waisak di Borobudur tahun depan dapat berbeda format.

Pada akhirnya, arti dari sebuah pertemuan tetap kembali pada insani pribadi. Sebuah keyakinan unik yang berkesan pada satu pribadi saja.

Saya pun sama seperti kebanyakan orang menantikan pertemuan-pertemuan itu. Menanti pertemuan itu denganmu. Menanti arah dan jalan yang terbentang di depan kita.

Sumber :

1. Cloud Atlas.

2. Tulisan perayaan Waisak 2013 yang tersebar dimana-mana

3.  http://edukasi.kompas.com/read/2013/05/31/11101048/Masyarakat.Tak.Terbiasa.Berpikir.Rasional

Advertisements

Published by

ocean916

https://www.facebook.com/Dominic.Oki.Ismoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s