Flores 0.1

Bukit Pandang Pelabuhan LB
Bukit Pandang Pelabuhan LB

Tahun-tahun belakangan ini, wisata alam telah menjadi destinasi wajib bagi para pejalan-jalan. Informasi dan tawaran bermacam rupa akan eloknya Ibu Bumi timbul seiring pesatnya pertumbuhan dunia maya yang nyaris tidak berbatas. Keasrian dan kealamian sang Ibu Bumi, sayup memanggil manusia-manusia yang bertarung di hutan beton.

Sahaya pun termasuk yang turut menoleh pada panggilan Sang Ibu. Tengokan saya mengarah ke arah Timur. Pada sebuah pulau dan gugusan anak pulaunya di timur sana, sekitar 1000 an km jaraknya dari kursi butut tempat pantat saya berlabuh tiap harinya. Pulau ini sebenarnya sudah terlalu lama dikenal, pelancong berlayar sudah mengenalnya sejak abad 16 atau bahkan sebelumnya, republik ini juga sudah mengenalnya sejak puluhan tahun lalu. Namun sayang, pulau ini dan gugusan kepulauan ini salah urus oleh sang republik. Kita dulu mengenalnya sebagai daerah yang kering dan miskin, yang terlalu sering digambarkan dengan kekeringan dan gagal panen. Bumi NTT (Nusa Tenggara Timur), pulau yang salah urus dan anak tiri sang republik. Kalau Papua masih punya emas, Kalimantan punya batubara, Bali punya Pantai Kuta, NTB punya tiga Gili-nya, NTT cuma punya…punya…punya apa yah ?

Komodo ?

Yap, NTT punya Komodo.

Kita juga tahu, selain Komodo, juga ada Kelimutu, Pemburu Paus Lamalera, Pulau Alor, dsb dsb dsbnya…

Rangkaian penobatan gelar 7 Keajaiban Dunia yang baru dan diikuti oleh Sail Komodo tempo 2013 lalu membuka keran pariwisata dunia. Padahal, komodo dan serangkaian pulau tempat rumahnya sudah dilindungi Sang Republik sejak 1980. Bahkan sudah dinobatkan oleh badan PBB : UNESCO sebagai World Heritage Site sejak 1991. Sahaya dan banyak teman-teman sahaya di tahun 90 an pun sudah kenal dengan komodo sedari kecil lewat aktornya yang terkenal, Si Komo. Si tukang bikin macet itu dan teman-temannya (Ulil, Dompu dan Belu) saban hari bikin saya tertawa selepas sekolah.

Kelimutu juga sebenarnya sudah lama dikenal orang, ditetapkan sebagai Taman Sang Republik tahun 1992 dan fotonya terpampang di seluruh penjuru negeri sebagai sarana transaksi belanja senilai 5000 rupiah. Pemburu Paus Lamalera juga rupanya sudah dikenal dunia sejak lama. Setidaknya tercatat tahun 1973 badan PBB : FAO pernah mencoba untuk “menertibkan” praktik perburuan paus disana. Namun, laporan mereka mengungkapkan bahwa penduduk Lamalera adalah contoh penduduk yang menerapkan kata “berkelanjutan” dengan baik dalam hal perburuan paus. Hingga kini, penduduk Lamalera menjadi ikon yang baik dalam hal tradisi perburuan paus. Pulau Alor dan Pulau Pantar dan selat sekitarnya merupakan surga bagi para penyelam dunia. Telusurilah dengan mesin pencari andalanmu dan gunakan kata kunci “ALOR” dengan “DIVING” dan hasilnya akan menunjukkan lokasi titik penyelaman yang memenuhi di hampir seluruh sisi pulau. Banyak gugusan karangnya yang hampir belum pernah didatangi manusia.

NTT medio 2013 bukanlah NTT yang kita kenal dahulu lagi. NTT saat ini merupakan NTT yang menawarkan banyak potensi. Pada beberapa waktu yang lalu, sahaya diberikan kesempatan untuk mengunjungi daerah sang anak tiri ini. Sahaya saat itu memilih untuk mengunjungi salah satu pulau kebesarannya. Pulau berbunga, Pulau Flores. Selama tempo beberapa hari saya mencoba untuk bertualang di Flores untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri miskonsepsi yang ada di pikiran saya sedari kecil. Memang, skala waktu harian tidak cukup untuk merubah pikiran ngawur saya (akan kekeringan dan kemiskinan dll), namun hasil observasi kecil-kecilan saya kemarin cukup membelalakkan mata ini dengan potensi-potensinya. Tulisan ini merupakan tulisan pengantar akan observasi temeh yang saya lakukan saat saya berkunjung kemarin, sedang tulisan saya berikutnya merupakan tulisan riil hasil perjalanan singkat saya. Oleh sebab itu tulisan ini berjudul Flores 0.1.

Advertisements

Published by

ocean916

https://www.facebook.com/Dominic.Oki.Ismoyo

One thought on “Flores 0.1”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s