Flores 0.4 Taman Laut Riung

(Masih di ) Ende. Sekitar jam 07.00 pagi.

Cerah. Mungkin terlalu cerah. Hari ini kami bermaksud pindah dari Ende menuju sebuah taman luas. Sebuah Taman Laut. Taman Laut 17 Pulau Riung lebih tepatnya.

P1030242

Riung, terletak di Kabupaten Ngada, Kecamatan Riung. Posisi Riung menghadap langsung Laut Flores. Desa ini terletak persis di pinggir laut.

Riung adalah destinasi kami berikutnya. Riung adalah destinasi yang memang sudah direncanakan dalam tujuan kami, namun perjalanan menuju Riung tidak semudah info yang didapat. Informasi perjalanan menuju memang banyak tapi masih sedikit yang menerangkan informasi menggunakan kendaraan umum. Kami bertolak dari Ende waktu itu. Tanpa ada info yang cukup jelas, kami pun bertolak ke Bajawa terlebih dahulu, Bajawa adalah kota terdekat dengan Riung yang di pinggir pantai. Dari Bajawa terdapat bus ukuran sedang yang rutin menuju Riung. Bus ini, konon berangkat dua kali sehari, pagi dan siang. Karena kami dari Ende pagi, jadi kami naik bus yang siang pukul 13.

PosisiRiung
Posisi Geografis Kota Ende, Bajawa dan Riung di Pulau Flores. Ende di sisi pantai selatan dan Riung di sisi pantai utara.

Selang berapa waktu setelah kami meninggalkan Riung, kami pun akhirnya mendapat juga info bahwa ada bus juga yang cukup rutin pergi dari Ende ke Riung, yang bisa ditemukan di Terminal Bus Ende pada setiap pagi hari ( jam 7 pagi kalau tidak salah). Memang juga, di Flores, termasuk juga di Ende dan Bajawa banyak terdapat taksi yang bisa mengantar dari kota ke kota. Taksi ini mirip taksi carter dengan menggunakan T.Avanza dan sejenisnya yang bisa diisi 5-7 orang.

Saat itu kami memutuskan untuk menumpang bis umum saja, karena lebih ingin merasakan sensasi interaksi yang terdapat pada bus dan jalan rayanya. Sensasi interaksi yang dimaksud langsung kami temui begitu tiba di terminal dalam kota Bajawa. Waktu itu memang sudah akhir musim libur, jadi hanya kami berdua yang memakai ransel besar di punggung. Seketika saja, banyak yang langsung mengerubungi dan mengajak bicara. Akan tetapi ini Flores, bukan Kampung Rambutan atau Pulogadung, cukup dengan menjelaskan maksud kami, mereka pun membantu kami (dengan ramah dan secukupnya) menuju bus yang dimaksud dan seketika normal kembali.

Maranatha. Bukan..bukan ini yang kami naiki (untungnya). Angkutan ini tipe angkutan desa, memuat apa saja yang bisa dimuat….yup, apa saja.

Perjalanan menuju Bajawa menuju Riung ditempuh dengan waktu sekitar 5 jam dengan naik turun dan kelok yang dipastikan tidak membuat mengantuk (kalau tidak mabuk). Suasana akrab yang kental di tiap lokasi bus berhenti (untuk menaikkan atau menurunkan penumpang) menandakan pentingnya peran bus ini bagi masyarakat antara Bajawa dan Riung. Sang supir, mempunyai nomor ponsel yang barangkali sudah hampir diketahui semua orang Bajawa-Riung untuk membuat janji, untuk datang dan mengantarkan barang atau bahkan orang.

Gemini
Yup, bus yang ini yang kami naiki.

Sekitar jam 5 sore waktu Riung, kami pun langsung diantar menuju Tamri Home Stay. Sebuah penginapan yang asri dan rumahan. Tamri Home Stay terletak sekitar 200-300 meter dari pantai. Capai di perjalanan, tidak lama kami pun langsung beristirahat. Melalui Sang Manajer / Pelayan / Koki dari Tamri Home Stay, kami pun diberikan kesempatan untuk menyewa kapal dan bermain air keesokan harinya. Bermain di Taman Laut.

Advertisements

Published by

ocean916

https://www.facebook.com/Dominic.Oki.Ismoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s