Tambora 201 tahun. Dirgahayu !

ISSimages_TamboraNikonD3_20090306
Tambora 3 Juni 2009. Foto ini diambil dengan menggunakan kamera Nikon D3 yang dilengkapi oleh lensa 800 mm (wow !). Foto ini diambil oleh kru Ekspedisi 20 dari stasiun luar angkasa ISS. Gambarnya kemudian di edit kembali untuk menghasilkan kontras yang baik dan menghilangkan bias cahaya lensa.

Tambora. Iya, ini kawah Gunung Tambora. Megah bukan ? Kawah atau kaldera Gunung Tambora ini berdiameter sekitar 6 kilometer dan dalamnya sekitar 1 kilometer hingga dasar kawah. Sebagai gambaran, Stadion Gelora Bung Karno di Senayan saja berdiameter 354 meter paling panjangnya dan berkedalaman kurang dari 200 meter.  Kawah ini terbentuk akibat ledakan/erupsi dahsyat 200 tahun yang lalu. Tepatnya pada tanggal 10 April 1815 yang lalu. Dua ratus tahun yang lalu, erupsi dahsyatnya membuat bumi menjadi lebih gelap, di belahan bumi bagian utara para peneliti dan sejarawan menyebutkan bahwa pada tahun 1815-1816 adalah tahun tanpa musim panas.

Tambora2011
Tambora 26 Mei 2011. Kali ini pandangannya diambil dari atas langsung.

Erupsinya juga membuat ratusan kilometer kubik material terlontarkan dari dalam bumi (150 kilometer kubik menurut sumber Smithsonian). Lontaran material ini yang ilmiahnya disebut dengan tephra.  mengandung batu-batuan dan abu vulkanik. Pada tahun 2004, sebuah penelitian mengenai erupsi gunung ini menyingkap sisa-sisa desa yang terkubur oleh tephra tersebut. Desa atau pemukiman ini mungkin sekali adalah bagian dari Kerajaan Tambora waktu itu.

Tambora2011_2
Tambora 6 Agustus 2011. Sedikit lebih terang gambar yang dihasilkan dari kawahnya, ada perbedaan dari tanggal sebelumnya. Perhatikan sisi pinggiran kawah dan gurat air lumpurnya.

Temuan penelitian itu lebih lanjut menggali dan mendapatkan tulang belulang orang dewasa yang terkubur langsung dalam tephra dengan ketebalan 3 meter. Pada tahun 1815 itu, dengan jumlah populasi yang sedikit, diperkirakan 10.000 manusia menjadi korban letusan Tambora dan ratusan ribu lainnya turut meninggal karena dampak ikutan yang ditimbulkan. Umumnya mereka meninggal karena kelaparan dan penyakit sebagai efek abu letusannya.

Tambora2012

Tambora2012_2
Tambora pada 17 April 2012 (atas) dan 21 Juli 2012 (bawah). Sudah ada genangan kolam air sekarang dibandingkan tahun 2011 dan 2009

Bukti erupsi Tambora yang dahsyat juga sudah dihitung pada buku yang dikeluarkan oleh NOAA di Amrik sana. Buku yang berjudul Katalog Gunung Berapi Bawah Laut dan Fenomena Hidrologik Yang Berasosiasi Dengan Kejadian Vulkanik Dari Tahun 1500 SM Hingga 31 Desember 1899 menyebutkan bahwa aktivitas gunung ini dimulai dari tahun 1812 dengan batuk-batuk kecilnya yang kemudian disambung dengan aktivitas besar dimulai dari tanggal 5 April 1815 dengan ledakan dan hujan abu tebal. Menurut buku ini magnitudo erupsi gunungnya adalah 9.81 (menurut skala VEI, skala erupsinya mencapai 7 dari skala 1-8). Catatan NOAA ini juga menyebutkan bahwa erupsi Tambora turut menimbulkan tsunami dengan tinggi sekitar 3.6 meter di Sumbawa.

noaa1
Paragraf 1. Erupsi ini adalah salah satu bencana katastropik vulkanik terhebat dalam sejarah. Membunuh lebih dari 92000 orang, beberapa meninggal karena erupsi dan tsunami dan beberapa setelahnya karena kelaparan dan penyakit. (Katalog Gunung Berapi Bawah Laut dan Fenomena Hidrologik Yang Berasosiasi Dengan Kejadian Vulkanik Dari Tahun 1500 SM Hingga 31 Desember 1899)

Tsunami dari erupsi Tambora ini juga dikonfirmasi ulang oleh peneliti tsunami asal rusia Soloviev dalam tulisan ilmiahnya yang berjudul Katalog Tsunami di Bagian Pantai Barat Samudera Pasifik. Soloviev menyebutkan erupsi tambora dalam skala yang sangat hebat : “erupsi mencapai puncaknya pada malam tanggal 10, ketika terdapat pilar asap kolosal membumbung dari atas gunung dan seluruh gunung seakan menyemburkan api. Segera kemudian, gunung dan segala yang ada disekitarnya tertutup dalam asap tebal. Suara ledakannya sangat kencang sehingga terdengar dari jarak yang luar biasa jauh : dari Bengkulu dan Pulau Bangka di barat hingga Pulau Ternate di Timur. Di Surabaya, gelombang suaranya mencabut pepohonan dan menghancurkan tembok-tembok rumah, hingga mengenai orang-orang dan binatang. Guncangannya dapt dirasakan pada Banyuwangi, Sumenep, Surakarta, Rembang dan nampaknya juga dirasakan di bagian tenggara Kalimantan, Makasar dan Pulau Flores.”

solo1
Catatan Tambora oleh Soloviev. (Katalog Tsunami di Bagian Pantai Barat Samudera Pasifik)

Mengenai tsunami yang ditimbulkan, diberikan keterangan bahwa : “pada tanggal 10, dengan cuaca yang tenang, laut di pantai Pulau Sumbawa tiba-tiba naik dari ½ hingga 3 ½  m. Gelombang besar memecah ke muara-muara sungai dan segera membalik kembali. Disana sini rumah dan pepohonan tersapu. Di Bima, air menggenangi lantai rumah hingga 0.3 meter. Semua kapal dan perahu tercabut dari jangkarnya dan terlempar ke darat. Pantai pada Gunung Tambora turun (subsiden) sehingga air menggenangi daerah yang turun tersebut.

solo2
Catatan Tambora oleh Soloviev, halaman berikutnya. (Katalog Tsunami di Bagian Pantai Barat Samudera Pasifik)

Beberapa hari setelahnya, tanggal 15 April 1815, letusan Tambora dilaporkan telah berhenti. Tahun-tahun setelahnya memang Tambora sempat meletus kembali, tapi tidak sehebat letusan 1815 ini. Kini, April tahun 2016, adalah tepat 201 tahun sejak letusan April 1815 lalu. Tambora kini masih duduk dengan tenang dan damai. April 2016 ini, peringatan ledakan mega dahsyat Tambora diisi dengan festival dan perayaan. Festival Pesona Tambora namanya. Salah satu yang menarik dari kegiatannya adalah Lomba Lari Ultra Marathon 200 mil atau 320 km. Pengambilan angka 200 itu mungkin didasari karena peringatan letusan 1815 lalu itu. Selain 320 km terdapat juga ajang lomba lari 100 km, 50 km dan 25 km. Sebuah ajang lomba lari yang juga luar biasa dahsyatnya. Membutuhkan ketahanan fisik dan jelas saja ketahanan mental.

paris1
Ilustrasi prinsip mekanisme pembangkitan tsunami oleh gunung api. ( Paris et al, 2013. Volcanic tsunami: a review of source mechanisms, past events and hazards in Southeast Asia)

Pada lomba lari 320 km, peserta diharuskan finish dengan waktu maksimal 72 jam. Jika melebihi waktu tersebut tidak dianggap finish dan gagal. Kali ini ajang 320 km itu diselesaikan dengan baik oleh sang juara Matheos Berhitu (44 tahun) selama 70 jam 12 menit yang merupakan satu-satunya peserta yang berhasil finish dari total 11 peserta. Sebuah ajang lomba lari yang membutuhkan ketahanan dari elemen cuaca ganas selama berpuluh-puluh jam. Lomba lari ekstrem ini sekarang telah menjadi ajang internasional yang sudah dikenal dunia internasional, sesuai dengan kehebatan nama yang disandang oleh Gunung Tambora.

tambora_ultra
Jalur lomba Tambora Ultra Marathon 320 km. (https://tamborachallenge.com/trip/lintas-sumbawa-en/)

Selain Lomba Lari Ultra Marathon tersebut, Festival Pesona Tambora ini juga dirayakan dengan kegiatan-kegiatan lain seperti Tambora Bike Event, Tambora Festival, Pulau Satonda (Tambora Literary dan Film Festival), pameran seni rupa, dan instalasi art-arche di Galeri Seni Satonda, dan Ritus Budaya Tamboraman.

tambora_ultra100
Jalur lomba Tambora Ultra Marathon 100 km. (https://tamborachallenge.com/trip/lintas-sumbawa-en/)

Tambora memang luar biasa, setelah letusan maha dahsyatnya tanah yang subur dan alam yang luar biasa indahnya dilahirkan kembali. Sudah sepantasnya kalau kita pun harus serta merta mengingat kehebatan Tambora sebagai wujud syukur merendah diri di hadapan alam semesta. Festival Tambora adalah salah satu jalan dan awal dalam wujud syukur ini, ke depannya semoga timbul kesadaran lebih  mengenai lingkungan dan alam Tambora sebagai satu kesatuan.

Dirgahayu Tambora !

FestivalTambora2016
Beranda depan laman web Tambora Challenge 2016. (https://tamborachallenge.com/)

 

 

Daftar Pustaka :

Hedervari, P (1984) Catalog of Submarine Volcanoes And Hydrological Phenomena Associated With Volcanic Events 1500 B.C to December 31, 1899 National Geophysical Data Center NGDC-NOAA

Paris, R., Switzer, A. A., Belousova, M., Belousov, A., Ontowirjo, B., Whelley, P. L., and Ulvrova, M. (2013): Volcanic tsunami: a review of source mechanisms, past events and hazards in Southeast Asia (Indonesia, Philippines, Papua New Guinea), Nat. Hazards, 1–24, doi:10.1007/s11069-013-0822-8, 2013.6400, 6401 Springer Science

Soloviev, S. L. and Ch. N. Go (1984) Catalogue of tsunamis on the western shore of the Pacific Ocean, Canadian Translation of Fisheries and Aquatic Sciences No. 5077, Canada Institute for Scientific and Technical Information, National Research Council, Ottawa, Ontario, Canada KlA 0S2,1984, Original title: Katalog tsunami na zapadnom poberezh’e tikhogo okeana In: Nauka Publishing House, Moscow, 310 pp., 1974,Original language: Russian.

http://earthobservatory.nasa.gov/IOTD/view.php?id=39412

Google Earth Images.

https://en.wikipedia.org/wiki/Volcanic_explosivity_index

https://en.wikipedia.org/wiki/Tephra

http://volcano.si.edu/volcano.cfm?vn=264040

http://news.nationalgeographic.com/news/2006/02/0227_060227_lost_kingdom_2.html

Advertisements

Published by

ocean916

https://www.facebook.com/Dominic.Oki.Ismoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s