Flores 0.72 …dan disinilah kita…Labuan Bajo.

Menuju Labuan Bajo dari Ruteng sebenarnya lebih cocok disebut dengan perjalanan menaiki roller coaster selama 3 jam lebih. Badan dilempar ke kiri ke kanan mengikuti alur jalan yang berkelok tajam, pantat diadu dengan ban mobil dibawah yang hanya dihalangi jok setipis sutra. Seru dan menegangkan. Saya merasakan bahwa semua perjalanan di Flores ini terbilang seru, bahkan bila hanya menaiki mobil travel yang terkesan umum seperti perjalanan Bandung-Jakarta yang membosankan. Bukan hanya dengan kondisi jalannya tapi juga dengan pemandangannya yang wuaah…sulit ditemukan kecuali di Flores ini.

Serius, pemandangannya memang wow disini, kalau bukan karena terguncang-guncang keras selama perjalanan pasti saya bisa ambil gambar lebih bagus. Yup, demikian alasan saya atas foto buram ini.

Sempat beristirahat sekali di Lembor untuk makan siang, sekitar jam 16.00 pun kami sudah sampai di penginapan yang kami tuju. Penginapan ini terletak agak di pinggir Labuan Bajo, tapi untunglah cukup tenang suasananya. Tidak lama kami berdiam di kamar, kami pun langsung keluar untuk berorientasi sekaligus melihat matahari tenggelam dan kemudian untuk makan malam.

P1030671
P1030676 Pantai Pede yang dipenuhi kapal yang bersandar.

Tanpa arah yang jelas, kami pergi saja dan mencoba mencari laut didekat situ. Tidak lama mencarinya, hanya sekitar 10 menit kami sudah tiba di pantai. Pantai ini namanya Pantai Pede (bukan percaya diri). Pantai ini berada sedikit diluar kota dan dibatasi bukit karang kedua sisinya. Disisi utara dan selatannya ?? terdapat pantai lagi, tapi sepertinya sudah dijadikan rebutan para hotel-hotel yang seenaknya bisa mengklaim pantai itu miliknya. Pantai ini sepi sore itu. Senja yang menukik dengan cepat memberikan suasana melankolis pada sore itu. Ah nikmat sekali.

P1030713
Senja di Labuan Bajo. Lokasi foto ini terletak di Kampung Bajo.

Sungguh sayang suasana itu terganggu dengan suara perut yang memberontak minta perhatian. Sudah, kami pun meninggalkan pantai itu dan mencari makan di pasar malam kuliner. Lokasi ini direkomendasikan oleh orang hotel dan orang-orang yang kami tanyai memang, katanya enak dan murah. Wah, kombinasi kata “Enak dan Murah” itu jelas kata pemikat yang mumpuni bagi pelancong pas-pasan seperti kami. Lokasi pasar malam kuliner itu berada agak di ujung kota, ujung yang satu lagi dari lokasi pantai ini. Sudah, kami pun tinggal menyusuri pantai saja.

Kampung Bajo. Bagian bawah adalah pemukiman orang bajo yang sejak lama bermukim disini. Bagian atas merupakan modifikasi untuk hotel dan kafe-kafe.

Di bawah, dekat pelabuhan, lebih dekat dengan permukaan laut (Labuan Bajo merupakan kota yang tumbuh lebih vertikal dibanding horizontal), pemuda dan anak-anak hingga handai taulan bersantai di beranda rumahnya di bagian yang memang nyata merupakan Kampung Bajo. Pelabuhan disini menjadi jembatan penyeberangan bagi yang hendak pergi ke arah barat, utara hingga lebih ke timur lagi. Kami berada di Labuan Bajo tidak bertujuan ke utara dan tidak ke timur, karena kami datang sebelumnya dari arah timur. Hanya kearah barat sedikit, ke Pulau Komodo.

P1030707
Perbaikan infrastruktur di kawasan Kampung Bajo dibiayai oleh yang empunya logo-logo ini.

Di jalan utamanya, lebih diatas, kafe-kafe dan hotel-hotel menyeruak berhimpitan mencoba menggaet pengunjungnya. Tidak juga jauh dari hotel kami menginap itu banyak terdapat jasa-jasa yang menawarkan untuk pergi ke Komodo dengan pilihan waktu yang dapat disesuaikan. Kalau yang sering pergi ke Puncak, Jawa Barat mungkin sudah sering dengar ucapan “Mas, Pilla mas…pilla”, kalau di Labuan Bajo ucapannya.. “Mas, komodo mas…komodo”.

P1030705
Dibalik bukit karang itu terletak Pantai Pede. Arah lensa membidik ke selatan.

Benar, ucapan itu memang ada…okey, mungkin tidak tepat seperti itu ngomongnya, tapi sungguh, sepanjang jalan (kecuali dipasar) memang menawarkan jasa seperti itu.

P1030718
Kampung Ujung. Kawasan kuliner.

Tidak berapa lama, kami pun sampai juga di ujung Labuan Bajo ini dan memang lokasi ini bernama Kampung Ujung. Yup, sangat definitif namanya.  Lahan terbuka ini menjadi lapak para pedagang kuliner di malam hari, berbagai jajanan dan makanan ada untuk yang ingin suasana lebih merakyat. Bakso juga ada, kita tidak bisa protes mengenai rasanya, karena sudah jelas-jelas ditampilkan pedagangnya, yah..lumayan lah hehe.

P1030731
Jangan protes kalau beli bakso disini, sudah jelas tertulis di dagangannya.

Sudah, kami pun sembarang duduk saja, dan jelas, disini apalagi yang wajib dimakan selain ikan laut. Kalau di Bandung atau Jakarta rasanya ngeri-ngeri tidak sedap makan ikan laut, kalau di daerah timur seperti disini hidangan laut sudah pasti sedap dan tidak ngeri rasanya.

P1030721
Ikan karang. Kalau disini ikannya (hanya) mati 2 kali, ditangkap nelayan dan sekarang dibekukan. Kalau di Bandung, ikannya sudah keburu reinkarnasi.

Harganya..?? Yap, kalau situ mengetahui bahwa ini daerah wisata dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat setiap tahunnya maka situ pasti sudah bisa maklum dengan harganya. Kalau situ pelancong yang katakanlah “cekak” yah, banyak pilihan yang bisa mengenyangkan perut kok, usahakan makan pelan-pelan biar lebih terasa nikmatnya. Kalau saya sih jelas, bisa memahami lah, tapi tetap makannya pelan-pelan soalnya ikannya banyak duri.

P1030727
Hidangan laut yang sebenarnya umum saja, tapi rasa ikannya memang sulit dicari tandingannya.
Advertisements

Published by

ocean916

https://www.facebook.com/Dominic.Oki.Ismoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s