Melihat melalui citra satelit

Sebagai seorang pelajar ilmu alam yang masih terus belajar, saya mendapati diri saya selalu terpukau pada gambaran alam yang selalu dinamis. Salah satu dinamika alam yang selalu menarik perhatian saya  adalah persoalan keruangan yang selalu berubah terhadap waktu. Perubahan spasial dari suatu wilayah pada satu waktu dan pada waktu yang lain memberikan suatu cerita akan proses-proses yang terjadi pada wilayah tersebut dalam rentang waktu yang diberikan.

Citra satelit yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat jelas memudahkan untuk melihat dan mempertimbangkan posisi kita di alam. Program gugel erd yang terpasang di laptop saya ini pun sering sekali dipakai untuk melihat posisi dan sinyal perubahan yang terjadi di alam. Peta gugel ini memang keren, saat ini gugel telah memperbaharui koleksi peta citra satelit yang dimilikinya sejak dari tahun 1984 hingga 2016. Kompilasi citra satelit ini dimungkinkan setelah gugel menggandeng kerjasama dengan USGS (United States Geological Society) untuk data citra LANDSAT, NASA dan data citra Sentinel-2 dari program Copernicusnya ESA (European Space Agency).

Pada gugel erd, salah satu fitur yang sering saya pakai adalah fitur timeline. Tombol ini merupakan tombol mesin waktu yang dapat digunakan untuk melihat penampakan suatu wilayah pada masa yang lampau. Memang tidak semua daerah Indonesia memiliki data yang cukup panjang untuk dibandingkan citranya dan kebanyakan tidak akan ada yang sampai pada tahun 90an. Namun dengan pengamatan beberapa tahun saja, sebenarnya sudah cukup memberikan cerita pada proses-proses yang telah terjadi pada daerah tersebut.

ge1
tool timeline pada program gugel erd

Sebagai contoh, belum lama ini saya mendengar cerita dari seorang penduduk di sebuah pulau, bahwa ada sebuah pulau (yang tidak jauh dari pulau tempat dia tinggal) yang seringkali berubah bentuk dan berpindah-pindah pasirnya padahal pulau yang dimaksud adalah pulau yang tidak berpenghuni. Tanpa pengetahuan mengenai ilmu alam, rasanya janggal sekali mendengar pulau yang bisa berubah bentuk sendiri.

Tapi apa bukti terdekat yang bisa dilihat kalau pulau itu memang berubah bentuk, sang pencari gugel tidak memberikan satu pun makalah ilmiah mengenai pulau tersebut, padahal huruf O di gugelnya sudah terlampau banyak. Makalah ilmiah lainnya jikalau ada pastinya hanya berada di perpustakaan-perpustakaan saja. Menelitinya sendiri ? Sudah jelas penelitian membutuhkan waktu yang demikian panjang, belum lagi kepintaran kepala saya ini malah lebih sering membuat pusing sendiri, alih-alih membuktikan sesuatu secara ilmiah.

Sebagai pelajar ilmu alam yang amatiran dan suka menelikung, alhasil saya berpaling ke timeline gugel erd di laptop saya. Tidak butuh waktu lama, citra pulau yang dimaksud langsung ditampilkan oleh si gugel erd. Pada kasus ini citra paling muda yang didapatkan adalah citra tahun 2008 hingga yang paling tua tahun 2015 kemarin. Lumayanlah 7 tahun.

Mengamatinya pelan-pelan, tujuh gambar yang mewakili tujuh tahun, memang terlihat ada perubahan bentuk dari pulau tersebut. Kembang kempis pasir pulau dan batas darat dengan laut yang jelas berbeda mengindikasikan telah terjadinya proses alam yang terus menerus pada pulau tersebut.

Sebagai pelajar ilmu alam yang masih amatir, proses alam jelas berperan disitu. Seorang yang mendalami ilmu laut tentu tahu disana ada peran angin, gelombang, arus hingga iklim yang memainkan peran penting dalam perubahan topografi horisontal maupun vertikal.  Peran dari proses pasang surut yang bersifat harian, jelas berpengaruh, bisa saja pada saat citra itu diambil lautnya sedang surut dan pada saat pasang merendam sebagian pulau yang notabene merubah bentuk pulau bila dilihat dari atas. Belum lagi faktor citra satelitnya itu sendiri yang mempunyai kesalahan atau bias pengukuran dari sensor-sensor satelit yang berbeda-beda.

Akan tetapi indikasi perubahan bentuk pulau tersebut memang nyata telah ada, si bapak yang bercerita kemarin itu tidak membual saja dan bukan sesuatu yang acapkali gaib, ini tidak lain berkat kecanggihan si gugel tea.

Pembuktian lebih lanjut lanjut tentu saja memerlukan sebuah penelitian untuk lebih memahami proses-proses yang mempengaruhi perubahan bentuk pulau tersebut. Hal ini, penelitian, jelas membutuhkan waktu dan tekad yang lebih dari sekedar membuka program gugel erd. He he he…

payung_2008
Pulau tahun 2008
payung_2009
Pulau tahun 2009. Berbeda dengan tahun 2008?
payung_2010
Pulau tahun 2010.
payung_2011
Pulau tahun 2011. Tidak tampak lagi kegiatan manusia disitu.
payung_2012
Pulau tahun 2012. Lebih memanjang..?
payung_2013
Pulau tahun 2013.
payung_2015
Pulau tahun 2015. Pulaunya nampak mempunyai ekor.
payung_2015_2
Pulau tahun 2015 dalam warna. Cantik sekali muka gelombang yang mengelilingi pulaunya, tampak berbelok sedikit di ujung kirinya.

 

Pustaka :

Google Earth Images atau earth.google.com

www.gearthblog.com/landsat-sentinel-2-data-now-google-cloud.html&id=ma-170127080050-dc076903

www.land.copernicus.eu/about&id=ma-170127075921-591dea56

www.earthengine.google.com/timelapse&id=ma-170127080141-c263be94

Advertisements

Published by

ocean916

https://www.facebook.com/Dominic.Oki.Ismoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s