Apa pun alasannya, ia telah memilih untuk melakukan Amok.

Amok_meriamwebster
Definisi dari kata Amuk/Amok/Amuck. Penggunaan kata pertama kali : Tahun 1665 (https://www.merriam-webster.com/dictionary/amok)

Banyak orang Indonesia rasanya yang tidak sadar kalau ada sumbangan bangsa kita bagi dunia pengetahuan sejak lama. Mmm, banyak juga hal lain yang tidak disadari oleh orang Indonesia sih. Tapi, dalam bidang linguistik atau bahkan antropologi, sebuah ciri khas bangsa yang setidaknya diketahui terbentang dari sisi barat hingga tengah nusantara tercatat sebagai sebuah kondisi perilaku yang, terus terang saja, absurd. Sebuah perilaku unik dari seorang individual yang rasanya masih dapat ditemui pada kondisi masa kini. Berikut salah satu dari sekian cerita yang melatar belakangi kata/perilaku definitif tersebut. Cerita dari Tuan Wallace yang unik :

Pada suatu pagi, ketika kami sedang duduk untuk menikmati sarapan pagi, pelayan Mr. Carter memberitahukan kami bahwa ada “amok” di desa. Dengan kata lain, ada seseorang yang sedang mengamuk. Perintah segera diberikan kepada masyarakat untuk menutup dan mengunci rapat gerbang pagar. Tetapi, setelah sekian lama tidak terdengar apa-apa, kami pun pergi keluar dan menyadari bahwa itu hanya kesalahpahaman. Orang yang tadi berteriak-teriak adalah seorang budak yang melarikan diri dan mengatakan bahwa ia akan melakukan “amok”, karena tuannya ingin menjualnya.

Beberapa waktu sebelumnya, seorang laki-laki terbunuh di meja judi, karena setelah kalah dan tidak mampu membayar setengah dolar, ia mengatakan akan melakukan “amok”. Orang lain pernah melakukan “amok” dan telah membunuh atau melukai 17 orang, sebelum akhirnya dapat dihentikan. Dalam peperangan, satu pasukan kadang setuju untuk melakukan “amok” dan menyerang lawan habis-habisan. Cara seperti ini membuat mereka menjadi sangat tangguh bagi lawan yang tidak semenggebu-gebu mereka. Pada zaman dulu, orang-orang semacam ini dipandang sebagai seorang pahlawan atau setengah dewa yang mengorbankan diri untuk negerinya. Disini hal seperti itu disebut dengan sederhana-hanya “amok”.

Amok. Amok atau yang sekarang lebih dikenal sebagai amuk adalah sumbangan itu. Sebuah kata. Kata amuk yang sesuai, menurut KBBI, dengan deskripsi Wallace adalah Amukan n (serangan membabi buta). Konon, kata ini sudah digunakan di India selama masa kolonialisme Inggris, awalnya untuk menggambarkan seekor gajah gila yang terpisah dari kawanannya dan berlari liar menyebabkan kehancuran. Kata ini  juga konon katanya dipopulerkan oleh kisah-kisah dalam karya Rudyard Kipling, seorang terkenal di Inggris sana. Katanya penulis. Iya, betul, saya tidak tahu dengan Pak Kipling.

Definisi Kata Amuk. (KBBI., 2008)

Definisi menyeramkan (namun sesuai) lagi diberikan oleh kamus online Merriem Webster : “in a murderously frenzied state” atau dalam keadaan haus membunuh. Amuk juga didefinisikan sebagai perilaku di mana seseorang pergi mengamuk dan membunuh orang-orang sebanyaknya sampai ia sendiri terbunuh atau melakukan bunuh diri. W. W. Skeat menulis dalam Ensiklopedia Britannica 1911: “Seorang Melayu akan tiba-tiba dan tanpa sebarang sebab melurui ke jalan raya dengan sebilah keris atau senjata yang lain, dan menebas sesiapa yang dia dapat bertemu sehingga membunuhnya”. Bapak Skeat, juga katanya seorang terkenal, yang saya tidak tahu. Amok juga diartikan sebagai sebuah sindrom psikologikal yang terdaftar resmi dalam manual : Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV TR),  sebuah buku manual mengenai ketergangguan mental.

Macassar adalah tempat di kawasan timur yang paling banyak terjadi amok. Diceritakan bahwa rata-rata terjadi satu atau dua kali amok dalam sebulan. Sebanyak lima, 10 atau 20 orang terbunuh atau terluka saat hal itu terjadi. Amok merupakan hal yang terjadi di seluruh negeri. Ini menjadi cara terhormat untuk bunuh diri di antara penduduk asli Celebes dan menjadi kebiasaan yang dipilih untuk lari dari kesulitan mereka. Orang Romawi bunuh diri dengan pedang, orang Jepang menusuk perutnya dan orang Ingggris menembak kepala mereka dengan pistol. Cara yang dipakai oleh orang bugis ini memiliki keuntungan tersendiri bagi seseorang yang berkeinginan untuk bunuh diri.

Tidak banyak, sulit bahkan, mencari sumber yang memberi keterangan mengenai perilaku ini di Makassar jaman dulu. Akan tetapi dari berita-berita masa kini, perilaku-perilaku demo dan tawuran mahasiswanya memberikan gambaran yang menarik.

Seseorang yang berpikir bahwa dirinya diperlakukan semena-mena oleh masyarakat – misalnya tidak mampu membayar hutang- diambil sebagai budak atau kehilangan anak dan istrinya dalam taruhan, ia tidak menemukan cara untuk mendapatkan kembali miliknya yang telah hilang dan kemudian menjadi putus asa. Karena menolak untuk menerima keadaan, ia akan mencoba membalas dendam kepada masyarakat dan mati seperti seorang pahlawan. Ia akan menggenggam gagang kerisnya kuat-kuat dan sesaaat kemudian menghunuskannya ke jantung seseorang. Ia kemudian akan berlari dengan keris yang berlumuran darah di tangannya dan menusukkan kerisnya ke setiap orang yang ditemuinya. Kemudian akan terdengar teriakan, amok! Amok” yang menggema di sepanjang jalan.

Tombak, keris, pisau dan senapan dikeluarkan untuk melawan orang yang melakukan amuk. Si pelaku amuk akan menggila, membunuh orang sebanyak mungkin dan kemudian mati setelah setelah kalah dikeroyok oleh banyak orang di tengah-tengah kericuhan sebuah pertempuran. Hanya mereka yang pernah mengalaminya akan mengetahu seperti apa rasanya gairah pertempuran tersebut. Tetapi bagi yang pernah menuruti hasrat melakukan kekerasan atau terlibat dalam praktik kekerasan yang brutal dan menegangkan, akan bisa membayangkan dengan baik. Hal tersebut bagaikan igauan dalam kemabukan, sebuah kegilaan sementara yang menyerap pikiran dan tenaga.

Terminologi amuk rasanya memang pantas dikaitkan dengan kondisi kejiwaan. Bagaimana tidak, korban dari perilaku ini bisa setiap orang. Setiap orang yang berpapasan dengan pelaku Amuk dapat menjadi korban, sehingga orang-orang menjadi takut dan cenderung menghindar dari pelaku Amuk. Mungkin wajar saja kalau penyebab dari pelaku amuk adalah sasaran orang yang melakukan amuk. Tapi tidak, pelaku amuk membabi buta menyerang semua orang.

Perilaku amok, menimbulkan kesan mendalam bagi para pendatang di bumi nusantara.  Kesan yang layak diberikan satu ruang dalam sebuah kamus perbendaharaan kata. Sebuah perilaku orang (Melayu) yang gila ! Tapi, yah setidaknya seorang terkenal seperti Tuan Wallace terkesan pada perilaku ini.

Dapatkah kita bayangkan, orang Melayu yang tanpa keahlian khusus, memegang keris dan memilih kematian seperti itu ? Ia nyaris dianggap terhormat dengan melakukan pembantaian berdarah dingin yang berujung pada kematiannya sendiri. Padahal ia melakukan amuk untuk lari dari masalah hidup, atau terbebas dari aib hukuman di depan umum. Ia bisa bertindak dengan hukumnya sendiri, sekaligus membalaskan dendam kepada musuh-musuhnya. Apa pun alasannya, ia telah memilih untuk melakukan Amok.

Bicara soal rasa hormat, Saya jadi teringat akan perang puputan, dalam ingatan saya yang lemah, pejuang puputan bertempur mati-matian hingga tetes terakhir darahnya untuk melawan penjajah. Melawan penjajah ! bukan kepada orang-orang biasa yang ditemuinya. Apakah hal ini bisa disebut amuk ?   Diperlukan studi yang lebih mendalam untuk mendapatkan jawaban ini.

Amok_Alamycom
Man running amok is chased, 19th century (http://www.alamy.com/stock-photo-man-running-amok-is-chased-19th-century-95881726.html)

 

 

Pustaka :

Mulyadi, L. (2014). Sejarah Gumi Sasak Lombok. Program Studi Arsitektur. Institut Teknologi Nasional. Malang

Wallace, A.R. 2009. Kepulauan Nusantara: Sebuah Kisah Perjalanan, Kajian Manusia dan Alam. Komunitas Bambu. (Original Title : The Malay Archipelago: The Land of the Orang-utan, and the Bird of Paradise: A Narrative of Travel, with Studies of Man and Nature. ISBN13: 9789793731568)

http://www.alamy.com/stock-photo-man-running-amok-is-chased-19th-century-95881726.html

https://www.merriam-webster.com/dictionary/amok

https://en.wikipedia.org/wiki/Running_amok

https://en.wiktionary.org/wiki/amok

https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/amok

Advertisements

Published by

ocean916

https://www.facebook.com/Dominic.Oki.Ismoyo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s