Selamat Bagi Semua !

Saya selalu tergelitik dan merasa aneh kalau ada orang yang mengucapkan kalimat SELAMAT yang disertai … BAGI YANG MERAYAKAN. Bagi saya, penyertaan kalimat “bagi yang merayakan” itu sebenarnya cenderung egois dan individualis (kalau tidak mau disebut sebagai golongan). ┬áBagaimana tidak, kalimat itu seakan memberi sekat/batasan bahwa hanya mereka lah yang patut diberikan selamat berhari raya. Padahal mereka sekaligus saya juga mendapat berkah dari perayaan itu.

Berkah yang berupa hari libur, hari untuk berkumpul bersama keluarga atau teman-teman.

Berkah terusan didapatkan ketika orang-orang terdekat kita adalah orang-orang yang merayakannya. Makanan, hidangan enak hingga bonus gaji juga kita dapatkan ketika hari raya itu.

Seminimalnya, mereka yang merayakan akan lebih bahagia ketika tiba hari raya itu. Teman atau orang yang bahagia jelas akan membuat saya bahagia juga. Jadi, ketika ada satu hari raya tiba, sudah jelas saya akan bahagia dan merayakannya juga.

Lagipula, kalau mau adil, kenapa hanya sewaktu hari raya ibadah saja yang disertai “bagi yang merayakan”, harusnya semua ucapan selamat disertai begitu juga dong…

selamat ulang tahun,… bagi yang merayakan.

selamat ujian,… bagi yang merayakan.

selamat atas kelulusannya,…bagi yang merayakan.

selamat atas pernikahannya,… bagi yang merayakan.

selamat atas perceraiannya,… bagi yang merayakan.

Advertisements